Entah apa yang menyebabkan kita saling menyapa, mengenal, dan saling mencinta. semua terasa mengalir begitu saja tanpa adanya pemberitahuan tentang akan hadirnya cinta diantara kita. cinta yang (mungkin) seharusnya tidak terjadi dan cinta yang seharusnya di pendam di dalam hati.
aku mengenalmu jauh sebelum rasa cinta ini datang dan rasa sayang ini menyapa. dulu, kamu hanya teman bagiku, tempat aku mengadu segala kisah dalam hidupku bahkan kisah cintaku selain tuhan dan sahabat-sahabatku. ini kali pertama aku mampu bercerita tentang cinta kepada seseorang yang baru aku kenal. kata-kata manis yang keluar dari mulutmu mampu menyirnakan semua keluh kesah dalam diriku. kamu mampu menjadi penasehat terbaik dalam cerita hidupku. menghapus air mataku dengan kecupan, menyapaku dengan senyuman, dan menghapus kekesalanku dengan pelukan.
mungkin benar teori tentang "cinta datang dengan sendirinya" dan "cinta datang karena terbiasa". mulai dengan bertambahnya detik menjadi menit, menit menjadi jam hingga berganti menjadi hari, minggu, bahkan hingga berbulan-bulan kedekatan antara kita semakin terlihat jauh berbeda dari sebelumnya. ada yang berbeda dari setiap sapaan yang keluar dari mulutku, tatapan kehangatan dari sinar matamu dan perhatian dalam setiap percakapan. mungkin benar aku mulai jatuh cinta, mulai menyayangimu, dan bahkan ingin memilikimu meski aku tau hal itu mungkin takan terjadi. kamu telah bersamanya jauh sebelum aku mengenalmu dan mencintaimu. dia telah lebih dulu mengenalmu, mencintaimu, menyayangimu, dan bahkan memilikimu.
entah mengapa rasanya aku selalu tak sadarkan diri saat aku sedang bersamamu, rasanya aku selalu lupa bahwa aku bukan siapa-siapa, aku hanyalah seorang wanita yang mungkin tidak tahu malu atau bahkan tidak tahu diri karena dengan lancangnya aku mencintai seseorang yang jelas-jelas sudah memiliki kekasih.
semua ini memang terasa begitu menyakitkan, bahkan sangat menyakitkan saat aku mulai tersadar akan semua ini, saat aku harus mencoba menahan pedihnya hati ini dan menahan perihnya air mata ini saat aku melihat siluet dirimu sedang bercumbu mesra dengan kekasihmu. apakah ini yang dinamakan dengan orang ketiga? apa memang begini rasanya menjadi orang ketiga? seperti yang orang-orang bicarakan diluar sana? mungkin aku juga harus membenarkan tentang teori yang berkata bahwa "cinta tidak harus saling memiliki". ya, aku memang tidak mau memilikimu dalam arti status untuk saat ini. aku hanya ingin kamu yang sekarang, yang selalu ada menemaniku sejak aku terbangun dari mimpi indahku hingga aku tertidur menjemput mimpi-mimpi indahku bersamamu, dengan begitu saja aku sudah merasa cukup, bahkan sangat cukup saat kamu selalu membuatku tertawa disetiap kekesalan yang kamu buat sendiri.
aku tak mengerti dengan perasaanku saat ini. bahkan aku tak dapat mengendalikan pelayaran cinta ini dengan tanganku sendiri. aku tahu semua ini salah, jelas salah, memang salah, dan bahkan sangat salah. tapi entah mengapa rasanya aku tak pernah ingin untuk menjauh darimu, mungkin karena aku ingin melihat semua bukti nyata dari bualan janji-janji manismu, atau mungkin karena diriku sendiri yang tak mampu pergi menjauh darimu dan kehilanganmu. tapi entah bagaimana dengan nanti, saat dimana kapasitas kepedihanku lebih banyak dibandingkan kebahagianku, saat dimana aku mulai merasa lelah dan menyerah bila harus terus menahan semua ini.
aku tak pernah tahu apa yang sebenarnya kamu rasakan, dan apa yang sebenarnya kamu lakukan. apa aku harus mempercayaimu? apakah perkataanmu benar saat aku bertanya tentang hal yang serius? dan apa yang akan kamu lakukan saat dimana kekasihmu mengetahui keberadaanku, mengetahui perasaanku padamu dan sebaliknya, dan mengetahui semuanya? apakah kamu mampu menjawab dan bersikap tegas? atau kamu akan pergi meninggalkanku dan meneruskan kisah cintamu dengannya seperti tak pernah terjadi apa-apa diantara kita?
mungkin aku memang harus sudah mulai mempersiapkan diriku bila memang akhirnya cerita ini akan berakhir dengan pait.
terakhir...aku pernah berjanji pada diriku sendiri dan kamu bahwa aku tidak akan pernah (mampu) menjauh darimu. jika iya nanti aku mulai menjauhimu atau mungkin aku berbeda, jangan tanyakan mengapa karena jawabannya adalah kamu:)