Laman

Sabtu, 09 Maret 2013

Hujan = Gorila


Hello Gorila…
Lama tak mendengar kabarmu, suaramu,  nyanyianmu, tawamu, dan segala tentangmu. Baru kemarin aku merasakan rindu itu datang kembali, cinta itu datang kembali, saat hujan turun dengan beribu-ribu tetesan kenangan, menghidupkan ingatan, membasahi pikiran, dan berlabuh dalam kesunyian.
Hujan yang ku nanti-nanti tiba, kemarin. Begitu deras. Sama seperti apa yang aku rasakan. Deras. Rindu-ku padamu. Aku selalu menanti hujan, karena saat itulah imajinasi ku bisa bermain denganmu. Karena hujan, membuat aku dan kamu menjadi kita yang tertunda. Karena hujan, mengingatkan ku akan semuanya, kenangan, keindahan, kesedihan, kesenangan, kesunyian, bahkan kematian. Kematian kepura-puraan ku yang selalu aku sembunyikan. Pura-pura melupakanmu, membencimu. Derasnya air hujan bisa menghanyutkan segala kebencianku, seperti udara segar setelah hujan. Rinduku datang, menyergapku dalam belenggu tentangmu.
Aku ingin tahu kabarmu, keadaanmu, segala tentangmu. Apa kamu baik-baik saja? Aku tak tahu, dan tak pernah tau lagi sekarang. Saat kamu menghapus kontakku di bbm. Sungguh, tak ada cara lagi untukku bisa mengetahui tentangmu kini. Hanya lewat twitter kuburanmu aku bisa melihat tulisanmu, bahasamu dalam tulisan, meski bukan untukku tapi aku selalu menanti  dan menikmati.
Aku rindu. Rindu. Mungkin kamu tidak. Biarkan aku merasakan rindu ini sendiri, biarkan sama seperti perasaanku yang hanya sendiri. Tanpa kamu. 
Kamu datang dan pergi semau-mu. Membuatku ketagihan untuk berpetualang denganmu. Membiarkan yang ada untuk yang hilang. Sama seperti membiarkan kebahagiaan hanya untuk meraih masa depan. Yang menyakiti malah yang ada di hati. Merelakan yang menyayangi pergi dan menanti yang disayangi. Apa itu salah? Mungkin iya, jawab pikiranku. Tapi tidak menurut hatiku. Biarkan perasaanku mengambang, biarkan tak ada yang menang dalam perdebatan si pikiran dan si hati. Biarkan seperti ini, menyelimuti setiap mimpi. Biarkan aku menunggu, biarkan waktu yang menjawab, biarkan aku tahu seberapa jauh kamu pergi, menghilang. Setidaknya, jika kamu pergi dan benar-benar pergi. Bawalah kenangan dan ingatanku, jangan kamu titipkan dan simpan padaku. Bawa pergi dan jangan kembali. Agar aku tak menanti. Agar aku tak tersakiti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar