Laman

Selasa, 11 Desember 2012

seruanku untukmu


Pagi hari tadi, siluet wanita berparas manis menyelinap dalam ujung mataku, menerkam hatiku dengan pisau yang telah siap mencabik-cabik isi hatiku, dan membongkar kumparan air mataku.
Aku tak pernah bisa untuk menjadi wanita yang kuat dan tegar saat wanita yang kamu cintai ada dihadapanku, tepat didepan batang hidungku, berdiri, manis. Tertunduk, menangis, dan terdiam adalah balasan dariku.
Setiap hentakan langkahku, tak pernah lepas dari bayangan tentangmu. Kamu dan dia, bagai sebuah film kisah cinta yang selalu aku putar berulang-ulang dalam benakku.
Terkadang aku selalu bertanya dalam setiap doaku, memanggil namamu dan berteriak. “kapan semua ini akan berakhir? Apakah akan terus seperti ini? Tuhan, mengapa kau kirimkan dia dalam kehidupanku jika hanya untuk membuatku mengeluh kepada-Mu? Jika harus aku pergi meninggalkannya, aku tak mampu. Tapi, jika harus terus seperti ini pun aku tak sanggup. Aku tau engkau memang mempunyai alasan yang terbaik dibalik semua ini. Jika dia memang baik untukku, dekatkanlah. Dan jika memang dia bukan terbaik untukku, jauhkanlah. Jika boleh aku meminta, aku ingin dia tetap denganku tanpa wanita itu. Hanya aku dan dia.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar